SEJARAH SEKOLAH

SEJARAH SINGKAT SMPK FRATERAN CELAKET 21 MALANG

SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang merupakan salah satu dari 22 lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Mardi Wiyata, sebuah yayasan pendidikan yang didirikan oleh Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus (BHK) sebagai bentuk pengabdian bagi kaum muda Indonesia. Sekolah ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya, seiring dengan dinamika perkembangan pendidikan Katolik di Indonesia. Cikal bakal sekolah ini bermula dari HCS (Holland Chinese School) yang secara resmi berdiri pada 29 Desember 1948. Pada masa awal berdirinya, sekolah hanya menerima murid laki-laki dan berlokasi di kawasan seberang Sungai Brantas, yang saat ini menjadi kompleks SMAK Frateran Malang. Hingga tahun 1990, sekolah berkembang di lokasi tersebut sebelum akhirnya menempati gedung bersejarah di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 21 Malang, yang dikenal luas sebagai “SMP Celaket”. Gedung yang kini menjadi rumah bagi SMPK Frateran Celaket 21 bukanlah bangunan biasa. Gedung berciri khas bata merah yang artistik ini merupakan bangunan tertua milik Kongregasi Frater BHK di Malang sekaligus biara induk para Frater BHK di Indonesia. Batu pertama pembangunan diletakkan pada 12 September 1928, dan gedung tersebut diberkati oleh Mgr. Clemens van de Pas pada 10 Februari 1929.

Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang tinggi, pemerintah menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya yang wajib dilestarikan. Perjalanan waktu membawa sekolah ini terus berkembang. Jika pada awalnya setara dengan sekolah dasar dan hanya menerima murid laki-laki, maka pada tahun 1975 sekolah mulai menerima murid perempuan. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perluasan pelayanan pendidikan dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas dalam semangat Katolik. Pada tahun 2003, sekolah secara resmi mengubah nama dari SMP Katolik Celaket 21 menjadi SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang, sebagai penegasan identitas dan keterikatannya dengan tradisi pendidikan Frater BHK. Hingga kini, sekolah ini tetap menjadi salah satu karya pendidikan tertua para Frater BHK, bersama berbagai sekolah yang tersebar di Palembang, Kediri, Malang, Surabaya, Ndao, Maumere, Podor, Sumba, dan Nunukan. Selama lebih dari tujuh dekade, SMPK Frateran Celaket 21 telah mengalami berbagai perubahan, perkembangan, tantangan, dan prestasi. Gelombang perubahan pendidikan nasional, persaingan antarsekolah yang semakin kompetitif, serta perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan bijaksana. Namun berbagai tantangan tersebut justru menjadi energi untuk terus berbenah, memperkuat identitas, dan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.

Berpijak pada visi: “Terwujudnya insan cerdas, berkarakter KREATIF melalui pembelajaran mendalam berlandaskan spiritualitas hati yang mencinta.” SMPK Frateran Celaket 21 berkomitmen membentuk pribadi-pribadi yang beriman, berkarakter, berbudaya, dan unggul. Pendidikan di sekolah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kepribadian dan nilai-nilai kemanusiaan yang utuh.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pendidikan yang terintegrasi antara kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta pendampingan karakter. Selain melaksanakan kurikulum nasional, sekolah juga mengembangkan program-program unggulan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti basket, futsal, seni musik: modern dan tradisional, vokal solo, paduan suara, band, paskibra, pramuka, jurnalistik, dan beragam aktivitas pengembangan minat menjadi wadah bagi murid untuk bertumbuh sesuai bakat dan potensinya. Pada saat yang sama, sekolah memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter melalui bimbingan dan konseling, disiplin positif, pendidikan nilai, kegiatan rohani, live in, perkemahan, outing class, studi wisata, dan berbagai bentuk pembelajaran kontekstual lainnya. Dengan demikian, para murid diharapkan berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, spiritual, dan moral. Memasuki tanggal 29 Desember 2026, SMPK Frateran Celaket 21 genap berusia 78 tahun. Usia yang matang ini menjadi momentum untuk mensyukuri warisan sejarah sekaligus menatap masa depan dengan optimisme. Selama perjalanan panjang tersebut, sekolah dipimpin oleh banyak tokoh yang telah memberikan dedikasi dan warna kepemimpinan masing-masing, antara lain: Fr. M. Clementinus, BHK; Fr. M. Samuel, BHK; Fr. Fredericus, BHK; Bp. Kang Siu San; Fr. M. Ireneus, BHK; Bp. A. Karjadi; Bp. Herman Saidi; Bp. Drs. Ign. Marhadi; Fr. M. Gaudensius, BHK; Fr. M. Christoforus, BHK (2001–2003); Fr. M. Adriano, BHK (2003–2005); Bp. Markus Basuki, M.Pd. (2005–2017); Fr. M. Faustinus, BHK (2017–2019); dan Fr. M. Vincentius, BHK, M.Pd. (2019–2025). Tongkat estafet kepemimpinan kemudian beralih pada tahun 2026 dari Fr. M. Vincentius, BHK, M.Pd. kepada Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK. Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru perjalanan sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur spiritualitas Bunda Hati Kudus yang menjadi fondasi karya pendidikan Frateran.

Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, di bawah kepemimpinan Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK, SMPK Frateran Celaket 21 meluncurkan Delapan Arah Kebijakan Utama Sekolah sebagai kompas pengembangan pendidikan yang berorientasi pada mutu, karakter, dan masa depan. Delapan arah kebijakan tersebut adalah:

  1. Meraih hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaik di tingkat Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, hingga tingkat nasional.
  2. Meningkatkan prestasi murid dalam ajang OSN, FLS2N, dan O2SN.
  3. Membangun generasi yang fasih berbahasa Inggris melalui program unggulan English Camp.
  4. Mengembangkan jiwa seni, baik seni musik modern maupun seni tradisional.
  5. Membentuk murid yang berkarakter kuat, berintegritas, disiplin, dan berjiwa pelayanan.
  6. Meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pertumbuhan jumlah peserta didik baru.
  7. Mengembangkan keterampilan komunikasi melalui public speaking, jurnalistik, dan teater.
  8. Merevitalisasi taman dan lingkungan sekolah sebagai implementasi semangat ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus, yaitu merawat rumah bersama (our common home), bumi yang dipercayakan Tuhan kepada manusia.

Dengan semangat pembaruan yang berakar pada sejarah dan nilai-nilai luhur Frater BHK, SMPK Frateran Celaket 21 terus melangkah sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi rumah pertumbuhan karakter, pusat pengembangan talenta, dan komunitas pembelajaran yang memerdekakan serta memanusiakan manusia muda. Komitmen inilah yang telah menuntun perjalanan sekolah dari generasi ke generasi, menjaga kesetiaan pada cita-cita para pendiri sekaligus membuka diri terhadap tuntutan zaman yang terus berkembang. “Berakar pada sejarah, bertumbuh dalam karakter, dan melangkah menuju masa depan.”Ungkapan ini mencerminkan perjalanan SMPK Frateran Celaket 21 selama 78 tahun dalam menghidupi hakikat pendidikan: mendampingi setiap peserta didik untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, cerdas dalam intelektualitas, matang dalam karakter, kokoh dalam iman, kreatif dalam berkarya, serta peka terhadap sesama dan lingkungan. Berlandaskan spiritualitas Hati yang Mencinta, sekolah ini terus menimba kekuatan dari warisan sejarahnya yang panjang untuk menjawab tantangan zaman dengan harapan dan keberanian. Dengan demikian, SMPK Frateran Celaket 21 tidak hanya mempersiapkan generasi yang berhasil dalam kehidupan, tetapi juga membentuk manusia-manusia muda yang mampu menjadi pembawa terang, penebar harapan, dan pemimpin yang mengabdikan dirinya bagi Gereja, masyarakat, bangsa, dan dunia.